Sunday, January 29, 2017

Struktur dan Fungsi Jarinngan Akar

Tags

Kontributor: Haryani Sutcipto, S.Pd, Aini Haliyah, M.Pd

Mungkin kita akan menebak bahwa bagian terbesar dari tumbuhan ialah batang atau cabang. Bagaimana dengan akar? Apakah kita melihat akarnya? Pada tumbuhan tertentu, luas perakaran lebih besar dibandingkan luas kanopi atau mahkotanya. Pohon yang tinggi memiliki akar yang begitu banyak. Akar pada tumbuhan berfungsi sebagai jangkar, melindungi tumbuhan dari tiupan angin atau arus air. Oleh karena itu, akar mampu mendukung bagian tumbuhan lainnya. Kemudian, apakah kita bisa membedakan antara akar dan batang? Apakah rimpang jahe, kunyit, dan lengkuas termasuk akar atau batang?
Struktur akar berbeda dengan batang. Batang memiliki ruas dan buku, sedangkan akar tidak memiliki ruas dan buku. Buku merupakan tempat melekatnya daun dan tunas. Ruas merupakan bagian batang di antara dua buku. Berdasarkan perbedaan ini, maka, apakah pada akar akan tumbuh tunas? Akar memiliki fungsi untuk menambatkan tubuh tumbuhan pada tempat tumbuhnya atau tanah, menyerap air atau garam-garam mineral terlarut pada tanah, dan membantu menegakkan batang. Pada beberapa tumbuhan, akar juga berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan, misalnya karbohidrat atau zat tepung.
Bagaimana struktur jaringan yang menyusun organ akar? Mari kita perhatikan gambar irisan melintang dari organ akar pada kelompok tumbuhan Angiospermae pada gambar berikut ini:

Akar tumbuhan dikotil maupun monokotil bila dilakukan irisan melintang tampak bagian-bagian (daerah) atau jaringan-jaringan penyusun dari luar ke dalam sebagai berikut: Epidermis, korteks, dan silinder pusat. Jaringan terluar akar adalah epidermis. Sel-sel epidermis tersusun rapat satu dengan yang lain, tanpa ruang antar sel. Dinding selnya tipis sehingga mudah ditembus air. Epidermis dapat termodifikasi menjadi bulu-bulu akar yang berfungsi untuk memperluas bidang penyerapan. Bagian kedua merupakan daerah korteks yang berisi jaringan-jaringan parenkim. Jaringan parengkim terdiri atas lapisan-lapisan sel berdinding tipis. Susunan sel tidak rapat sehingga banyak ruang antar sel untuk pertukaran gas.
Korteks juga berfungsi untuk penyimpanan cadangan makanan. Lapisan terdalam dari korteks disebut endodermis. Lapisan endodermis tersusun atas selapis sel yang menjadi pembatas antara korteks dan silinder pusat. Pada endodermis ditemukan bentukan seperti pita yang disebut pita kaspariyang berfungsi sebagai pengatur jalannya larutan yang diserap dari tanah masuk ke silinder pusat.
Di sebelah dalam endodermis terdapat daerah silinder pusat atau stele. Silinder pusat tersusun atas jaringan pembuluh pengangkut dan jaringan-jaringan pendukung lainnya seperti parisikel dan parenkim empulur. Sel-sel parisikel berfungsi untuk membentuk cabang akar. Berkas-berkas pembuluh pengangkut terdiri atas xilem dan floem. Xilem atau pembuluh kayu berfungsi untuk mengangkut air dari akanr melalui batang ke daun. Floem atau pembuluh tapis berfungsi untuk mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan.
Susunan silinder pusat terdiri dari perisikel dan berkas pengangkut. Di sebelah dalam terdapat berkas xilem dan floem. Berkas floem terpisah berseling dengan xilem. Tipe berkas pengangkut yang demikian disebut radial. Xilem membentuk bangunan seperti bintang. Pada akar monokotil xilem membentuk bangunan bintang yang berlengan banyak, yaitu lebih dari 12 lengan. Pada dikotil xilem membentuk bangunan seperti bintang namun jumlahnya 2 sampai 6 lengan. Pada akar dikotil antara xilem dan floem terdapat kambium. Kambiun merupakan jaringan yang selalu membelah. Pembelahan ke arah luar akan membentuk floem sekunder, pembelahan ke arah dalam membentuk xilem sekunder. Jaringan terdalam pada akar adalah parenkim empulur. Pada akar tumbuhan dikotil, parenkim empulur sedikit berkembang dengan baik. Keberadaan parenkim empulur pada akar dikotil dan monokotil dapat kita amati pada irisan malintang akar. Pada irisan malintar akar, kamu akan menemukan parenkim empulurnya sedikit bahkan tidak ada. Pada akar monokotil, kamu akan menemukan jaringan empulur yang banyak.
Tumbuhan monokotil seperti padi, jagung, dan rumput memiliki sistem perakaran serabut. Akar serabut biasanya memiliki struktur akar yang tipis dan menyebar. Sebaliknya, pada tumbuhan dikotil seperti pada kacang tanah dan mangga memiliki sistem perakaran tunggang. Mari kita lihat perakaran serabut dan perakaran tunggang:
Kiri: akar serabut. Kanan: akar tunggang
Akar pada beberapa tumbuhan tidak hanya berfungsi memperkuat tumbuhan dan menyerap air serta mineral saja, tetapi akar juga mengalami modifikasi sehingga memiliki fungsi terentu. Misalnya akar talas berfungsi untuk tempat penyimpan cadangan makanan dan akar anggrek berfungsi sebagai akar napas. Pada wortel dan lobak, akar tunggang berfungsi menyimpan cadangan makanan yang akan digunakan tumbuhan selama pembungaan dan pembentukan buah. Oleh karena itu, wortel dan libak akan dipanen sebelum pembungaan.
Nah, begitulah struktur dan fungsi jaringan akar. Cukup rumit bukan? Bisa dikatakan, ya, rumit. Tetapi bisa juga tidak serumit yang kita bayangkan. Jika kita mau menelaah dan mengembangkan, sebetulnya pengetahuan tentang hal ini begitu sederhana dan mudah sekali.[]


EmoticonEmoticon