Wednesday, February 8, 2017

Kebijaksanaan


Kontributor: Abdurrahim Arief
Pasukan Laut - Seorang sahabat bertanya tentang kebijaksanaan. "Bijaksana itu ... ". Tampaknya cukup lama spasi jawabku saat itu. "Seperti si buta membawa tanglong", lanjutku dengan sesungging senyum. Konon, di negeri tirai bambu, terselenngara sebuah pesta. Banyak tamu dan tokoh besar menghadirinya, termasuk para cendekiawan, ilmuwan, dan para pecinta kebijaksanaan.


Setelah rembulan mulai merayap di keheningan, para tamu kini bergiliran mengahturkan pamit. "Bisakah tuan pinjamkan saya tanglong?", pinta salah satu tamu. Yang lain tampak terperanjak kaget. 'Butuhkah orang buta pada lampu penerang?' Hati mereka bertanya-tanya.

"Bukankah Anda buta?", tanya tuan rumah memastikan. "Ya, namun tidak hati saya. Setidaknya, cahaya dapat menerangi diriku. Sehingga, tidak ada alasan bagi orang lain untuk menabrakku".

Ah. Sederhana sekali cara pandangnya, namun tampaknya memang benar-benar bijaksana. Ia tidak sekadar berteori bahwa lampu dapat menerangi. Lebih dari itu, si buta dapat memposisikan pengetahuannya dengan sangat tepat. Yang lain, kemudian, terdiam faham; mengamini bahwa hati orang tersebut benar tidak buat.

Menurut Ali Syari'ati, orang yang berfikir sederhana tidak sekadar menemukan kenyataan; juga tidak sekadar berteori dengan ilmu pengetahuan. Ia bukanlah ilmuan yang hanya menampilkan fakta. Atau seperti cendikiawan yang pandai berspekulasi untuk kepentingan pribadi.

Kebijaksanaan akan selalu bergerak untuk mencapai kebenaran dalam teori-teori ilmu pengetahuan. Ia juga turut berjibaku dalam penilaian, dan juga selalu melibatkan diri dalam pergulatan ideologi. Maka, orang yang bijaksana tidak akan bersikap netral dengan sekadar menjalankan pekerjaan. Ia akan terus melangkah dan berinteraksi dengan bahasa kaumnya, membela kaumnya, dan menjadi pencerah bagi kaumnya. Kehadirannya adalah sumber inspirasi dan sebagai pembentuk sebuah peradaban.

Maka, menurutku, untuk mencapai kebijaksanaan itu harus melebihi dari sekadar bermodal ilmu pengetahuan. Wal-Lahu a'lam.[]

2 komentar

nice postingg! Kenyataan orang buta tu betul2 buatkan speechless

Yep, betul, dia lebih pada action


EmoticonEmoticon